Wednesday, November 9, 2011

Metode Penelitian Ilmiah


Objective
       Materi kuliah Hari ini :
      Metode dan Desain Riset
       Buku yang dipergunakan :
      Drs. Husein Umar, SE, MM, MBA, Riset Akuntansi Dilengkapi dengan panduan membuat skripsi dan empat bahasan kasus bidang akuntansi, Penerbit Gramedia
      Drs. Husein Umar, SE, MM, MBA, Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis
      Panduan Penulisan Ilmiah yang diterbitkan oleh bagian Penulisan Ilmiah ST ASIA Malang

Definisi Penelitian (Research)
       Penelitian (Research) dapat didefinisikan sebagai  usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.
       Atau, rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu permasalahan.

Pemakaian Metode dan Desain Riset
       Salah satu komponen riset adalah penggunaan metode yang ilmiah.
       Agar metode yang ilmiah ini dapat dilaksanakan dengan relatif mudah dan terarah, maka dibutuhkan suatu desain yang sesuai dengan metodenya.
       Desain riset merupakan bagian dari keseluruhan metode riset yang berupa rancangan bentuk atau model suatu riset (penelitian)

Macam metode Riset
       Ada banyak metode riset, diantaranya :
      Metode Sejarah
      Metode Deskriptif
      Metode Eksperimen
      Metode Kausal Komparatif (Ex-Post Facto)
      Metode Partisipatoris

1.       Metode Sejarah
Meliputi pengalaman masa lalu yang menggambarkan secara kritis seluruh kebenaran kejadian atau fakta untuk membantu mengetahui apa yang harus dikerjakan sekarang dan yang akan dikerjakan di masa datang.
Sumber data : data primer seperti dokumen, peninggalan masa lalu.
       Kegiatan :
      Mengevaluasi suatu obyek seperti peristiwa atau tokoh masa lampau dipandang dari sudut standar dan kebudayaan dewasa ini.

2.       Metode Deskriptif
Menggambarkan sifat sesuatu yang tengah berlangsung pada saat riset dilakukan dan memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu
Bertujuan untuk menjawab pertanyaan yang menyangkut sesuatu pada waktu sedang berlangsungnya proses riset.
       Output :
      Informasi yang mutakhir sehingga bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan, dan tujuan lainnya.

       Menurut Consuelo, riset dgn metode deskriptif terdiri dari beberapa macam :
      Studi Kasus
      Survei
      Riset Pengembangan
      Riset Lanjutan
      Riset Dokumen
      Riset Kecenderungan
      Riset Korelasi

A. Studi Kasus
      Penelitian rinci mengenai suatu obyek tertentu selama kurun waktu tertentu dengan cukup mendalam dan menyeluruh termasuk lingkungan dan kondisi masa lalunya.
      Keuntungan :
       Penelitian bersifat mendalam sehingga dapat menjawab mengapa keadaan itu terjadi
       Dapat menemukan hubungan-hubungan yang tadinya tidak diharapkan
      Kelemahan :
       Kajian relatif menjadi kurang luas dan dalam
       Sulit digeneralisasikan (disimpulkan) dengan keadaan yang berlaku umum
       Kecnderungan mengarah ke subyektifitas karena obyek penelitiannya sehingga dapat mempengaruhi prosedur
       Kesimpulan yang diambil tidak boleh dianggap sebagai satu kesimpulan secara menyeluruh terhadap kasus-kasus yang dianggap sama.

      Contoh :
       Penelitian masalah budaya penggunaan software bajakan, dengan mengambil contoh kasus di wilayah kota Malang.
       Peneliti mengadakan pengamatan secara mendalam tentang budaya penggunaan software bajakan di kota Malang.
       Hasil pengamatan dianalisis dan dilaporkan berdasarkan pendekatan tersebut.
       Kesimpulan dari studi tersebut memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai suatu kasus yang mungkin akan sama dengan budaya penggunaan software bajakan di kota lain di Indonesia.

B. Survei
      Digunakan untuk mengukur gejala-gejala yang ada tanpa menyelidiki kenapa gejala-gejala tersebut ada, sehingga tidak perlu memeprhitungkan hubungan antara variabel-variabel karena hanya menggunakan data yang ada untuk pemecahan masalah daripada menguji hipotesis.
      Manfaat :
       Sangat membantu dalam membandingkan kondisi-kondisi yang ada dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya dan juga untuk pelaksanaan evaluasi.
      Dapat dilakukan dengan cara sensus maupun sampling terhadap hal-hal yang nyata dan tidak nyata.

      Contoh :
       Seorang peneliti ingin mengadakan survei pada mahasiswa jurusan teknologi Informasi untuk mengetahui alasan kenapa mereka mengambil jurusan tersebut.
       Survei dilakukan dengan mengambil sampel dari persentase tertentu mahasiswa jurusan Teknologi Informasi di satu kota.

C. Riset Pengembangan
      Berguna untuk memperoleh informasi tentang perkembangan suatu obyek tertentu dalam waktu tertentu
      Ada dua cara dalam melakukan penelitian pengembangan :
       Metode Longitudinal
       Metode Cross-sectional
       Metode Longitudinal:
Mempelajari sampel peserta pada jangka waktu yang panjang.
       Metode Cross-sectional
Mempelajari sampel dari berbagai strata pada waktu bersamaan

D. Riset lanjutan
       Dilakukan bila peneliti hendak mengetahui perkembangan lanjutan dari subyek setelah diberikan perlakuan tertentu atau setelah kondisi tertentu.

E. Riset Dokumen
      Penelitian yang meliputi pengumpulan data dan informasi melalui pengujian arsip dan dokumen

F. Riset kecenderungan
      Penelitian yang bertujuan untuk melihat kondisi yang akan datang dengan melakukan proyeksi atau ramalan (forecast)
      Akan lebih baik menggunakan ramalan jangka pendek karena lebih realibel.

G. Riset korelasi
      Penelitian yang dirancang untuk menentukan tingkat hubungan variabel-variabel yang berbeda dalam suatu populasi.
      Dapat mengetahui besar kontribusi variabel-variabel bebas terhadap variabel terikatnya serta besar arah hubungan yang terjadi.

3.       Metode Eksperimen
Merupakan langkah-langkah lengkap yang diambil sebelum eksperimen dilakukan agar data yang semestinya diperlukan dapat diperoleh sehingga analisis akan menjadi obyektif.
Varibel bebas dijadikan sebagai variabel eksperimen yang merupakan variabel penyebab atau variabel pengakuan yang karakteristiknya diyakini dapat menghasilkan perbedaan.

       Variabel terikat/variabel akibat merupakan hasil dari penelitian.
       Prinsip dasar dalam riset ini adalah replikasi, randomisasi dan kontrol lokal.
      Replikasi : pengulangan eksperimen agar menghasilkan taksiran yang lebih baik.
      Randomisasi : pengacakan
      Kontrol lokal : langkah-langkah yang berbentuk penyeimbangan, pengkotakan atau pemblokan dan pengelompokan unit-unit eksperimen yang dipergunakan
       Variabel bebas : adalah variabel yang dapat dimanipulasi.
       Semua variabel dalam penelitian adalah konstan, kecuali variabel terikat.

       Contoh :
      Dilakukan eksperimen untuk mengetahui apakah bekerja sambil mendengarkan musik mempengaruhi kinerja seseorang ?
      Setting dua kondisi :
       Kerja dengan mendengarkan musik (variabel bebas)
       Kerja tanpa mendengarkan musik (variabel kontrol)
      (Variabel terikat) :
       Kemampuan kerja subjek
      Diasumsikan bahwa kemampuan kerja semua kelompok subjek adalah sama
      Hipotesis :
       Kinerja seseorang yang bekerja sambil mendengarkan musik akan lebih baik dibandingkan dengan yang tidak mendengarkan musik, hal ini sama efektifnya untuk orang yang berumur 25 thn kebawah maupun yang berumur 25 thn keatas.

Apabila setelah eksperimen ternyata terdapat perbedaan hasil (kinerja seseorang), maka dapat  ikatakan bahwa perbedaan tersebut memang diakibatkan perbedaan perlakuan yang diterima.

4.       Metode Kausal-Komparatif (Ex post facto)
Ex post facto = setelah kejadian
Penelitian yang dilakukan untuk menentukan sebab-akibat
Dalam penelitian ini pada mulanya mengamati akibat dan kemudian mencoba untuk menemukan sebab, kebalikan dari eksperimen yang pada mulanya menciptakan sebab, kemudian secara sengaja membuat kelompok berbeda dan selanjutnya mengamati akibat perbedaan itu pada variabel terikat.

       Perbedaan Kausal-komparatif dengan Eksperimen
      Dalam penelitian kausal-komparatif pada mulanya mengamati akibat dan kemudian mencoba untuk menemukan sebab, kebalikan dari eksperimen yang pada mulanya menciptakan sebab, kemudian secara sengaja membuat kelompok berbeda dan selanjutnya mengamati akibat perbedaan itu pada variabel terikat.
       Contoh :
      Penelitian dilakukan untuk mengukur kinerja karyawan di suatu perusahaan setelah perusahaan tersebut menggunakan Sistem Informasi yang Terkomputerisasi dua tahun yang lalu.
      Untuk mengetahui dampak penggunaan SI yang terkomputerisasi tersebut terhadap kinerja karyawan, maka dapat dilakukan dengan cara membandingkan antara kinerja karyawan sebelum dan sesudah implementasi SI tersebut.
       Faktor X (independen) sebagai penyebab adalah implementasi Sistem Informasi yang terkomputerisasi.
       Kinerja karyawan sebelum dan sesudah penerapan SI terkomputerisasi adalah fakta yang tidak dapat diubah.
       Eksperimen ini merupakan kausal-komparatif karena membandingkan antara kinerja karyawan sebelum adanya SI dengan kinerja karyawan setelah adanya SI.

5.       Metode Partisipatori
·         Riset yang menyangkut kehidupan manusia.
·         Prinisip metode partisipatori :
a.        Memiliki implikasi ideologi
b.       Memberikan manfaat langsung kepada masyarakat
c.        Melibatkan semua partisipan yang terlibat dalam riset

       Contoh :
      Dilakukan penelitian untuk mengetahui pendapat masyarakat terhadap peraturan pemerintah tentang pembajakan hak cipta (Software, VCD, kaset, dll).
      Dalam pelaksanaannya, partisipan adalah masyarakat yang memberikan penilaian baik secara rutin maupun hanya pada satu saat tertentu saja.
      Data ini akan diolah oleh si peneliti menggunakan data yang didapat dari pendapat masyarakat.

Macam Desain Riset
       Untuk menerapkan metode riset dalam praktekm diperlukan suatu desain riset yang sesuai dengan kondisi serta seimbang dengan kedalaman dan keluasan riset yang dilakukan.
       Desain riset : semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian
Desain dalam merencanakan penelitian
       Desain untuk perencanaan penelitian bertujuan untuk melaksanakan penelitian sehingga dapat diperoleh suatu logika, baik dalam pengujian hipotesis maupun dalam membuat kesimpulan.
Dibagi menjadi 4 (menurut Suchman)
       Desain sampel
      Dalam merencanakan pemakaian data, diperlukan desain sampel yang representatif sesuai dengan tujuan penelitian maupun kesimpulan yang akan diambil.
      Pemilihan teknik sampling tergantung pada inferensi statistik yang akan dibuat.
       Desain Instrumen
      Desain instrumen sebagai alat pengumpul data, perlu dievaluasi terlebih dahulu sehingga data yang akan didapat tetap cocok dengan apa yang dibutuhkan.
       Desain Analisis
      Berhubungan dengan hipotesis.
      Hasil akhir dari analisis harus menyerupai apa yang dilukiskan dalam hipotesis.
      Desain analisis memerlukan alat-alat analisis, seperti pemakaian metode statistika.
       Desain Administrasi
      Pelaporan hasil riset setidaknya telah didesain sesuai dengan standar yang umum berlaku.
      Urutan penulisan merupakan penjabaran dari langkah-langkah riset sehingga akan mempermudah bagi yang membacanya untuk mengetahui isi riset yang dihasilkan.

Macam-macam desain riset
Menurut Selltiz,
       Desain Eksploratori
      Riset yang dilakukan untuk mencari ide-ide atau hubungan-hubungan yang baru
      Riset ini bertitik tolak dari variabel, bukan fakta.
      Desain riset ini bisa dianggap sebagai langkah pertama yang diharapkan dapat dipakai untuk merumuskan persoalan dimana pemecahannya dapat memakai jenis riset yang lain.

       Penelitian ini relatif tidak memerlukan teorisasi dan hipotesis serta bekerja pada satu variabel saja
       Bidang telaahan studi dengan desain eksploratori, menurut Emory :
      Literatur, bertujuan untuk menemukan teori, konsep, variabel.
      Pengalaman, bertujuan untuk menemukan informasi dari pengalaman orang lain.
       Desain Deskriptif
      Bertujuan untuk menguraikan sifat atau karakterisitik dari suatu fenomena tertentu.
      Kesimpulan yang dihasilkan atas data yang ada tidak terlalu dalam.
      Hanya mengumpulkan fakta dan menguraikannya secara menyeluruh dan teliti sesuai persoalan yang akan dipecahkan.
      Contoh :
       Dalam persoalan :  
Kepuasan nasabah suatu Bank dipengaruhi oleh pelayanan yang diberikan oleh customer service,
       Peneliti dapat menggali informasi tentang kepuasan nasabah dan mendeskripsikannya untuk mengambil suatu kesimpulan.
       Desain deskriptif dapat membantu dalam menentukan bentuk pelayanan yang baik dalam rangka memuaskan nasabah.

       Desain kausal
      Berguna untuk menganalisis
       hubungan-hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya
       Bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya.
      Sifat hubungan variabel :
       Simetris
       Asimetris
       Timbal-balik

      Simetris :
       Bila dua variabel berfluktualisasi bersamaan tetapi diantara keduanya tidak ada hubungan.
      Asimetris :
       Hubungan yang terjadi akibat dari variabel bebas terhadap variabel tidak bebasnya
      Timbal-balik
       Terjadi apabila dua variabel saling mempengaruhi atau memperkuat satu sama lain.
      Desain kausal selain dapat dipakai dalam metode deskriptif untuk analisis kecenderungan dan korelasional, juga dapat dipakai dalam metode eksperimen dan Ex Post Facto.
      Contoh:
       Pertanyaan :
                          bagaimana perkembangan WarNet dan biaya investasi WarNet untuk masa datang ?
       Dengan menggunakan trend analysis dengan data yang cukup, dapat diperkirakan kondisi perkembangan WarNet serta biaya investasi untuk masa datang.

Desain untuk riset Kuantitatif dan Kualitatif
       Penelitian kualitatif umumnya sulit diberi pembenaran secara matematik, karena lebih kepada penyampaian perasaan atau wawasan yang datanya diambil berdasarkan sampel.
       Hasil dari penelitian kualitatif bisa menyediakan informasi penting, yang kemudian bisa diteliti lebih lanjut melalui riset kuantitatif.
       Penelitian kuantitatif lebih berdasarkan pada data yang dapat dihitung untuk menghasilkan penaksiran kuantitatif yang kokoh.
       Penelitian kualitatif dapat dipergunakan untuk :
       Menjernihkan permasalahan sebelum melakukan penelitian kuantitatif
       Mengidentifikasikan pengembangan produk baru
       Meninjau persepsi konsumen atas produk atau pesaing
       Menganalisis perilaku konsumen
       Menyelidiki bagaimana keputusan membeli dilakukan
       Menyelidiki alasan mengapa satu merk dipilih

       Penelitian kuantitatif dapat dipergunakan untuk :
      Menetapkan tingkat penggunaan suatu produk
      Menetapkan pangsa pasar suatu merk tertentu.
      Mendukung keputusan-keputusan untuk aspek kuantitatif.

Perbedaan penelitian Kuantitatif dengan Kualitatif

       Penelitian Kuantitatif
      Menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika.
      Melakukan pengujian (retest) terhadap teori yang sudah ada, sehingga hasilnya bisa berupa penguatan, bantahan, atau modifikasi terhadap teori tersebut.
       Penelitian Kualitatif
      Menekankan analisnya pada proses penyimpulan deduktif dan induktif serta pada analisis terhadap dinamika hubungan antar fenomena yang diamati, dengan menggunakan logika ilmiah.
      Menghasilkan suatu konsep, teori atau metode penelitian.

Dalam penelitian ada 2 macam pendekatan:
       Pendekatan Deduktif : Pendekatan deduktif adalah pendekatan secara teoritik untuk mendapatkan konfirmasi berdasarkan hipotesis dan observasi yang telah dilakukan sebelumnya. Langkah penelitian seperti ini biasa juga disebut pendekatan ‘dari atas ke bawah’


       Pendekatan Induktif : Pendekatan induktif adalah pendekatan yang dilakukan untuk membangun sebuah teori berdasarkan hasil pengamatan atau observasi. Pendekatan ‘dari bawah ke atas’



No comments:

Post a Comment

Post a Comment