Showing posts with label Metodologi Riset. Show all posts
Showing posts with label Metodologi Riset. Show all posts

Wednesday, November 16, 2011

Pengelompokkan Penelitian


  1. Sifat masalah yang dipecahkan
  2. Alat dan teknik yang digunakan
  3. Tempat penelitian
  4. Waktu jangkauan penelitian
  5. Daerah penelitian

Sifat masalah yang dipecahkan
Pengelompokan berdasarkan sifat masalah membagi penelitian dengan memperhatikan :
  1. apakah masalah yang ingin dipecahkan tersebut masalah yang dapat dikontrol apa tidak,
  2. masalah sosial ataukan masalah natura atau alamiah, dan apa tujuan dari penelitian tersebut.
Contoh  : pengaruh penerapan strategi pembelajaran inovatif (masalah:strategi pembelajaran siswa)

Alat dan teknik yang digunakan
       Pengelompokan dapat didasarkan pada alat yang digunakan dalam melaksanakan penelitian.
       Alat apa serta teknik apa yang digunakan dalam mengumpulkan data.
Contoh : wawancara, observasi, JAD, dll

Tempat di mana penelitian dilakukan
       Dalam pengelompokan penelitian, maka lokus (tempat penelitian) juga merupakan ciri khas penelitian.
       Apakah penelitian dilakukan di lapangan, di dalam laboratorium, di perpustakaan, di dalam masyarakat, di kalangan pendidikan, dan sebagainya.
Contoh : Penerapan E-government di Indonesia berbeda dengan judul penelitian penerapan E-Government di Amerika

Waktu jangkauan
       Apakah penelitian yang dilakukan mengenai status dewasa ini, ataukah status di masa lampau.
       apakah penelitian hanya menganalisi hasil penelitian dengan kesimpulan dan generalisasi seperti data yang ada, ataukah juga memberikan ramalan dan prediksi untuk masa yang akan datang.

Daerah penelitian
       Pengelompokan dapat juga didasarkan pada daerah atau area penelitian yang didukung oleh bidang ilmu tertentu, seperti filsafat, sosiologi, kependudukan, psikologi, usaha tani, dan sebagainya

Tingkat kedalaman penelitian


Ragam Tujuan penelitian
  1. Eksploratif
  2. Deskriptif 
  3.  Prediksi
  4. Eksplanatif
  5. Aksi
Penentuan Tujuan
Tapi perlu kita ingat bahwa penentuan tujuan, salah satunya dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan yang terkait dengan masalah yg kita hadapi (“State of the art”)
Misal : bila masih “samar-samar”, maka kita perlu bertujuan untuk menjelajahi (eksplorasi) dulu. Bila sudah pernah di jelajahi dengan cukup, maka kita coba terangkan (deskripsikan) lebih lanjut

EKSPLORATIF
       Bertujuan untuk mengungkap secara luas dan mendalam tentang sebab-sebab dan hal-hal yang mempengaruhi terjadinya sesuatu.
       Untuk memahami suatu topik, maka kita  lakukan penelitian eksplorasi
       Penelitian eksplorasi berkaitan dengan upaya untuk menentukan apakah suatu fenomena ada/tidak.
       Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menjawab pertanyaan “apakah X ada/terjadi?”
       Cth : apakah laki-laki dan wanita mempunyai kecenderungan duduk di bagian depan kelas/tidak ?

Tujuan peneliti memilih tujuan eksplorasi :
  1. Memuaskan keingintahuan awal dan nantinya ingin lebih mendalam
  2. Menguji kelayakan dalam melakukan penelitian/studi yg lebih mendalam nantinya
  3. Mengembangkan metode yg akan di pakai dalam penelitian yg lebih mendalam

Kelemahan
       Hasil penelitian eksplorasi sering dianggap tidak memuaskan krn hny penjelajahan
       Menurut babbie 1989:80
       Kekurangpuas-an itu akibat sampling

DESKRIPTIF
Bentuk Penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia.
Meneruskan cth bahasan eksplorasi, pada deskriptif maka pertanyaan selanjutnya adalah maksud depan kelas itu apa? apakah duduk di muka tersebut untuk semua mata pelajaran ? Tingkat kemenarikan guru yang mengajar?dll
Penelitian deskriptif menangkap ciri khas suatu objek, seseorang atau suatu kejadian pada waktu data di kumpulkan.
Ciri khas tersebut mungkin berubah  dengan perkembangan waktu, tapi masih bisa dijadikan penelitian dengan melihat perkembangan perubahan suatu fenomena dari masa ke masa

       Berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu. Misal : kondisi/hubungan yang ada, pendapat yg berkembang, proses yang sedang berlangsung, akibat atau efek yang terjadi, atau tentang kecenderungan yang tengah terjadi.

       Pada umumnya penelitian ini dilakukan dengan 2 tujuan utama :
1.       Laporan penelitian itu di lakukan dalam bentuk deskriptif.
2.       Berguna utk mendapatkan variasi permasalahan yg berkaitan dengan bidang pendidikan maupun tingkah laku manusia

       Ciri-ciri penelitian deskriptif
1.       Penelitian deskriptif merupakan penelitian kuantitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan variabel-variabel utama subjek studi, misalnya : umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status marital, sosial ekonomi, dll sesuaikan dengan tujuan penelitian
2.       Tidak membutuhkan kelompok kontrol sebagai pembanding karena yang dicari adalah fenomena tertentu, atau utk memperoleh gambaran ttg hal-hal yang berkaitan dengan masalah kesehatan
3.       Terdapat hubungan sebab-akibat hanya merupakan perkiraan yang didasarkan atas tabel silang yg di sajikan
4.        Hasil penelitian yg disajikan sesuai data yg diperoleh tanpa dilakukan analisis yg mendalam
5.       Penelitian deskriptif merupakan penelitian pendahuluan dan digunakan bersama-sama dengan hampir semua jenis penelitian, misalnya utk menentukan kriteria subjek studi
6.        Pengumpulan data dilakukan dalam satu saat atau satu periode tertentu dan setiap subjek studi selama penelitian hanya diamati satu kali
7.        Pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan sampling survey atau data sekunder
8.       Penelitian deskriptif dilakukan pada wilayah terbatas spt desa, kecamatan, kampus, dll

Menyusun rencana pelayanan masyarakat. Misalnya : dari penelitian deskriptif dihasilkan fenomena dampak negatif internet yang cukup tinggi. Informasi tsb bisa dijadikan usulan perencanaan kegiatan pelayanan masyarakat, bagaimana menggunakan internet sehat.
Penelitian deskriptif juga bisa digunakan sebagai evaluasi program internet sehat. Misalkan ingin mengetahui tingkat kepuasan dari masyarakat ttg pelayanan yang diberikan.

PREDIKSI
Mengidentifikasi hubungan (keterkaitan) yang memungkinkan kita berspekulasi (menghitung) tentang suatu hal (X) dengan mengetahui (berdasar) hal yang lain (Y)
Misal : mengetahui hubungan antara e-learning dengan pemahaman siswa thd materi
Di identifikasi keterkaitan (hubungan antara e-learning dgn pemahaman siswa)

EKSPLANASI
       Penelitian eksplanasi mengkaji hubungan sebab-akibat diantara dua fenomena atau lebih.
       Penelitian spt ini dipakai untuk menentukan apakah suatu eksplanasi (keterkaitan sebab-akibat) valid atau tidak, atau menentukan mana yang lebih valid diantara dua (atau lebih)
       Catatan: dalam penelitian deskriptif menentukan apakah (keterkaitan antara tingkat kejahatan di kota tipe A berbeda dengan di kota tipe lainnya,
       tapi tidak dijelaskan “mengapa” , di eksplanasi akan dijelaskan (hubungan sebab-akibat) hal tersebut terjadi.

AKSI
       Penelitian aksi (tindakan) dapat meneruskan salah satu tujuan di atas dengan penetapan persyaratan untuk menemukan solusi dengan bertindak sesuatu.
       Penelitian ini umumnya dilakukan dengan eksperimen tidakan dan mengamati hasilnya; berdasar hasil tersebut disusun persyaratan solusi. Misal, diketahui fenomena bahwa meskipun suhu udara luar sudah lebih dingin dari suhu ruang, orang tetap memakai AC (tidak mematikannya).
       Dalam eksperimen penelitian tindakan dibuat berbagai alat bantu mengingatkan orang bahwa udara luar sudah lebih dingin dari udara dalam. Ternyata dari beberapa alat bantu, ada satu yang paling dapat diterima. Dari temuan itu disusun persyaratan solusi terhadap fenomena di atas.


Proposal penelitian


TUJUAN PROPOSAL :
  1. Mengawali kegiatan penelitian
  2. Bahan evaluasi pembimbing penelitian, pembimbing praktek, dan sponsor pemberi dana penelitian

Proposal memiliki format  yang sudah ditentukan
       Fungsi lain dari Proposal Riset adalah sebagai :
a.        Pedoman kerja antara pemilik proyek penelitian dengan para peneliti
b.       Sebagai alat evaluasi pelaksanaan pekerjaan
c.        Sebagai dokumen perencanaan
d.       Sebagai bukti dokumenter
e.       Sebagai bahan rujukan penelitian berikutnya
f.         Sebagai penentu evaluasi jabatan staf peneliti

       Proposal penelitian adalah suatu pernyataan tertulis mengenai rencana penelitian secara keseluruhan yang secara umum meliputi unsur-unsur sebagai berikut
      Perumusan masalah beserta latar belakangnya
      Perumusan tujuan penelitian
      Perumusan metodologi strategi operasinya
      Penentuan jadwal
      Penentuan anggaran biaya (untuk penelitian yang dibiayai)

Pedoman penulisan proposal penelitian dari berbagai sumber adalah sebagai berikut :
1.       Judul
2.       Latar belakang & perumusan permasalahan (& keaslian penelitian, dan faedah yang dapat diharapkan)
3.       Tujuan dan Lingkup penelitian
4.       Tinjauan Pustaka
5.       Landasan Teori
6.       Cara penelitian
7.       Jadwal penelitian
8.       Daftar Pustaka
9.       Lampiran

Unsur-unsur proposal
(a)     Rumusan Permasalahan : Rumusan masalah berfungsi mengarahkan fokus penelitian
(b)      Tinjauan Pustaka : merupakan dialog dengan khazanah ilmu pengetahuan,
(c)     Cara (Metode) Penelitian menjadi cetak biru (rancangan) untuk pelaksanaan penelitian.
                Karena ketiga unsur ini menjadi sentral dari isi proposal penelitian, maka bahasan dimulai dari ketiga unsur tersebut.

Judul proposal penelitian
  1. judul proposal penelitian perlu dapat menarik minat orang lain untuk membaca.
  2. Judul perlu singkat tapi bermakna dan tentu saja harus jelas terkait dengan isinya, Judul penelitian ilmiah biasanya tidak perlu dimulai dengan kata “Studi…”, “Penelitian…”, “Kajian..” dan sebagainya karena hal itu terlalu berlebihan.
  3. Judul sering berubah-ubah, makin singkat, dan makin tajam (sejalan dengan makin tajamnya rumusan permasalahan).
  4. Bila memang tidak dapat dipersingkat, meskipun tetap panjang, maka judul dapat dibuat bertingkat, yaitu judul utama, dan anak judul. Penghalusan atau perubahan judul juga perlu mempertimbangkan bahwa judul tersebut akan               diakses (dicari) dengan komputer, sehingga pakailah kata atau istilah yang umum dalam bidang ilmunya.

Latar belakang
       Dua pertanyaan perlu dijawab dalam rangka mengisi bagian latar belakang ini, yaitu: Mengapa kita memilih permasalahan ini? Apakah ada opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian ini?
       Untuk menjawab pertanyaan “mengapa kita memilih permasalahan ini?”, maka
LANGKAH PERTAMA, kita perlu memilih bidang keilmuan yang kita ingin lakukan penelitiannya.
       Pemilihan bidang tersebut diteruskan ke sub-bidang dan seterusnya hingga sampai pada topik tertentu yang kita minati.
       LANGKAH KEDUA, kita perlu melakukan kajian terhadap pustaka berkaitan .kemajuan terakhir ilmu pengetahuan dalam topik tersebut—untuk mencari peluang pengembangan atau pemantapan teori. Minat maupun peluang tersebut seringkali didorong oleh isu nyata dan aktual—yang muncul di jurnal ilmiah terbaru atau artikel koran bermutu atau pidato penting dan aktual, atau direkomendasikan oleh penelitian sebelumnya.. Ini semua merupakan opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian yang diusulkan tersebut.

Rumusan permasalahan
Rumusan permasalahan perlu dituliskan secara singkat, jelas, mudah dipahami dan mudah dipertahankan.
                Rumusan yang tersamar terkandung dalam alinea tidak diharapkan karena memaksa pembaca untuk mencari sendiri dan menginterpretasikan sendiri bagian-bagian dari alinea atau kalimat-kalaimat yang bersifat rumusan permasalahan. Tuliskanlah rumusan permasalahan sebagai kalimat terakhir dari bagian ini agar mudah dibaca (dan mudah dicari)—

Keaslian penelitian
       Dalam bagian ini, pada dasarnya, perlu kita tunjukkan (dengan dasar kajian pustaka) bahwa permasalahan yang akan kita teliti belum pernah diteliti sebelumnya. Tapi bila sudah pernah diteliti, maka perlu kita tunjukkan bahwa teori yang ada belum mantap dan perlu diuji kembali. Kondisi sebaliknya juga berlaku, yaitu bila permasalahan tersebut sudah pernah diteliti dan teori yang ada telah dianggap mantap, maka kita perlu mengganti permasalahan (dalam arti: mencari judul lain).

Faedah yang diharapkan
       Dalam bagian ini perlu ditunjukkan manfaat atau faedah yang diharapkan dari penelitian ini untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan atau pembangunan negara. Manfaat bagi ilmu pengetahuan dapat berupa penemuan/pengembangan teori baru atau pemantapan teori yang telah ada. Bagi pembangunan negara,
       Apakah hasil penelitian ini dapat diterapkan langsung ke praktek nyata?
       Atau bila tidak langsung, jalur atau batu-batu loncatannya apa saja?

Tujuan dan Lingkup Penelitian
       Tujuan penelitian berkaitan dengan kedudukan permasalahan penelitian dalam khazanah ilmu pengetahuan (yang tercermin dalam tinjauan pustaka).
       Kedudukan permasalahan—dilihat dari pandangan tertentu—mempunyai lima macam kemungkinan, yaitu;
  1. ekplorasi (masih “meraba-raba”),
  2. deskripsi (menjelaskan lebih lanjut),
  3. eksplanasi (mengkonfirmasikan teori),
  4. prediksi (menjelaskan hubungan sebab-akibat), dan
  5. aksi (aplikasi ke tindakan).

Pandangan yang lain (Castetter dan Heisler, 1984: 9) membedakan tujuan penelitian (purpose of study) menjadi sembilan, yaitu:
1.       mengkaji (examine), mendeskripsikan (describe), atau menjelaskan (explain) suatu fenomena unik;
2.       meluaskan generalisasi suatu temuan tertentu;
3.       menguji validitas suatu teori;
4.       menutup kesenjangan antar teori (penjelasan, explanasions) yang ada;
5.       memberikan penjelasan terhadap bukti-bukti yang bertentangan;
6.       memperbaiki metodologi yang keliru;
7.       memperbaiki interpretasi yang keliru;
8.       mengatasi kesulitan dalam praktek;
9.       memperbarui informasi, mengembangkan bukti longitudinal (dari masa ke masa).

Seringkali untuk mencapai tujuan memerlukan waktu yang “terlalu” lama atau memerlukan tenaga yang “terlalu” besar. Agar penelitian dapat dikelola dengan baik, maka perlu dilakukan pembatasan terhadap pencapaian tujuan. Pembatasan tersebut dilakukan dengan membatasi lingkup penelitian. Pernyataan batasan lingkup ini juga berfungsi untuk lebih mempertajam rumusan permasalahan.

Tinjauan Pustaka
       Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis dan bersifat diskusi tentang hasil-hasil penelitian sebelumnya dan terkait serta ilmu pengetahuan mutakhir (berupa pustaka) yang terkait dengan permasalahan.
       Tinjauan pustaka berbeda dengan resensi pustaka. Resensi pustaka membahas pustaka satu demi satu, sedangkan tinjauan pustaka membahas pustaka-pustaka per topik (bukan per pustaka), dalam bentuk debat atau diskusi antar pustaka tentang suatu topik tertentu. Urutan topik diatur secara sitematis, dalam arti terdapat suatu kerangka yang jelas dalam merangkai topik-topik tersebut dalam suatu sistem.

Menurut Castetter dan Heisler (1984), tinjauan pustaka berfungsi:
1.       untuk mempelajari sejarah permasalahan penelitian (sehingga dapat ditunjukkan bahwa permasalahan tersebut belum pernah diteliti atau bila sudah pernah, teori yang ada belum mantap);
2.       untuk membantu pemilihan cara penelitian (dengan belajar dari pengalaman penelitian sebelumnya);
3.       untuk memahami kerangka atau latar belakang teoritis dari permasalahan yang diteliti (hasil pemahaman tersebut dituliskan tersendiri sebagai “Landasan Teori”);
4.        untuk memahami kelebihan atau kekurangan studi-studi terdahulu (tidak semua penelitian menghasilkan temuan yang mantap);
5.        untuk menghindarkan duplikasi yang tidak perlu (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “Keaslian penelitian”);
6.        untuk memberi penalaran atau alasan pemilihan permasalahan (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “latar belakang”).
7.       Catatan: Pustaka-pustaka yang diacu dalam tinjauan pustaka harus termuat informasinya dalam “Daftar Pustaka”. Cara pengacuan secara konsisten perlu mengikuti corak (style) tertentu.yang dianjurkan dalam pedoman penulisan tesis atau proposal penelitian.

Landasan Teori dan Hipotesis
       Seperti diterangkan di bagian “Tinjauan Pustaka”, landasan teori diangkat (disarikan) dari tinjauan pustaka tentang kerangka teori yang melatarbelakangi (menjadi landasan) bagi permasalahan yang diteliti.
       Landasan teori merupakan satu set teori yang dipilih oleh peneliti sebagai tuntunan untuk mengerjakan penelitian lebih lanjut dan juga termasuk untuk menulis hipotesis.
        Landasan teori dapat berbentuk uraian kualitatif, model matematis, atau persamaan-persamaan.
       Catatan: untuk beberapa macam penelitian (missal penelitian yang berbasis paradigma fenomenologi) tidak boleh atau tidak perlu mempunyai landasan teori dan hipotesis..

Cara Penelitian dan Jadwal Penelitian
Secara umum, dalam cara penelitian perlu dijelaskan:
  1. ragam penelitian yang dianut (Amirin, 1986: 89, menyebutkannya sebagai “corak” penelitian ;
  2. variabel-variabel yang diteliti;
  3. sumber data (tempat variabel berada; populasi dan sampelnya);
  4. instrumen atau alat yang dipakai dalam pengumpulan data/survei (termasuk antara lain: kuesioner);
  5. cara pengumpulan data atau survei;
  6. cara pengolahan dan analisis data.
Butir ke 5 dan 6 di atas juga dicerminkan dalam bentuk jadwal
penelitian. Jadwal penelitian menguraikan kegiatan dan waktu yang
direncanakan dalam: (a) tahap-tahap penelitian, (b) rincian kegiatan pada setiap tahap, dan (c) waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tiap tahap. Jadwal dapat dipresentasikan dalam bentuk tabel/matriks atau uraian narasi.

Daftar Pustaka dan Lampiran
       Daftar Pustaka memuat informasi pustaka-pustaka yang diacu dalam proposal penelitian.
       Kadangkala untuk menunjukkan bahwa peneliti membaca banyak pustaka, maka dalam daftar pustaka dituliskan juga pustaka-pustaka yang nyatanya tidak diacu dalam narasi proposal.
       Dalam daftar pustaka, biasanya, buku dan majalah tidak dipisahkan dalam daftar sendiri-sendiri. Untuk penulisan daftar pustaka terdapat banyak corak tata penulisan— ikutilah petunjuk yang berlaku dan terapkan corak tersebut secara konsisten. 
       Lampiran dapat diisi dengan materi yang “kurang penting” dalam arti “boleh dibaca atau tidak dibaca”. Biasanya lampiran memuat antara lain: kuesioner dan daftar sumber data yang akan dikunjungi atau diambil datanya. Sebaiknya jumlah halaman lampiran tidak terlalu banyak agar tidak terasa lebih penting dibanding dengan isi utamanya.

Hubungan antara Proposal dan Laporan Penelitian
       Penyusunan proposal sebenarnya merupakan kegiatan yang menerus, meskipun pada saat yang telah ditetapkan kita harus memasukkan proposal untuk dievaluasi. Proposal yang telah selesai dievaluasi dan diterima untuk dilaksanakan tetap harus dikembangkan penulisannya. Isi proposal akan menjadi bahan awal bagi penulisan laporan penelitian, yaitu terlihat pada tabel di bawah ini: